SMA Negeri 1 Solo Gemakan Budi Pekerti Luhur

SMA N 1 Solo

Solo – Budi pekerti luhur menjadi barang langka saat ini. Seharusnya budi pekerti ditanamkan sejak dini untuk mengantisipasi mentalitas negatif yang kerap terjadi saat seseorang telah menduduki suatu jabatan penting.
Berawal dari itu, SMA Negeri 1 Solo menggelar sosialisasi budi pekerti dalam kegiatan Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (25/9). Kegiatan yang diikuti puluhan siswa SMA Negeri 1 ini dikemas dalam sejumlah pentas seni ekstra kulikuler yang dimiliki sekolah favorit di Kota Bengawan tersebut.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menggemakan gerakan budi pekerti luhur yang mendasari sikap positif yang diterapkan baik dilingkungan masyarakat maupun saat bekerja kelak,” terang Humas SMA Negeri 1 Solo, Bambang Budihartono.
Untuk membangun budi pekerti luhur, kata Bambang, pihak sekolah telah menamkan sejak usia dini. Dimana, siswa diajarkan unggah-ungguh dalam bersikap baik kepada orang yang lebih tua (guru/ wali kelas) maupun kepada siswa lainnya.
“Contohnya, saat masuk kedalam sekolah ada guru yang menyambut. Siswa wajib melakukan 5S, yakni sanyum, salam, sapa, sopan dan santun. Dari ini saja sudah nampak, penanaman budi pekerti sehingga kedepan siswa menghargai orang yang lebih tua,” jelasnya.
Salah seorang siswa, Haris Ardan mengaku, implementasi budi pekerti yang dilakukan sangat memiliki pengaruh besar terhadap dirinya. Selain lebih menghargai orang yang lebih tua juga menjunjung tinggi budaya tata krama adi luhung bangsa dan negara.
“Saya merasa, budi pekerti ini sangat penting. Selain melestarikan budaya adi luhung juga membentuk mentalitas yang positif untuk diri dan masyarakat,” jelasnya. (ahmad)

(2)

InterMedia Hosting dan Domain

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.